Selasa, 26 April 2022

ELIANUS - Tugas Modul 3 1 a 9 Koneksi Antarmateri

 

“Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”
(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).
Bob Talbert

Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda pelajari saat ini?

Artinya, mengajarkan murid tentang konsekuensi dari sebuah pilihan merupakan hal yang benar, namun membekali mereka dengan pengetahuan tentang nilai-nilai kebajikan adalah sesuatu yang substansi. Ketika pendidik membuat keputusan terhadap situasi kasus yang dialami oleh murid, seorang guru harus memberi teladan dengan mengutamakan terpenuhinya nilai-nilai kebajikan kepada murid.

 Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dalam suatu pengambilan keputusan dapat memberikan dampak pada lingkungan kita?

Pengambilan keputusan harus didasarkan pada nilai-nilai kebajikan universal, keputusan yang dipilih harus merupakan hasil analisa yang akurat apakah kasus yang dialami merupakan kasus dilema etika atau bujukan moral. Dengan mengikuti langkah-langkah pengambilan keputusan yang tepat, maka keputusan yang diambil akan dapat dipertanggungjawabkan serta mencerminkan keadilan, dan empati kepada murid. Ketika pengambilan keputusan dilakukan dengan tepat dan efektif maka akan memberikan dampak positif kepada lingkungan belajar yang berpihak kepada murid.

Bagaimana Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi pada proses pembelajaran murid, dalam pengambilan keputusan Anda?

Seorang pendidik bisa berkontribusi pada proses pembelajaran yang berpihak kepada murid, melalui proses pengambilan keputusan yang memperhatikan nilai-nilai kebajikan universal, keadilan ketika murid berada pada situasi kasus bujukan moral, dan empati ketika murid ada dalam kasus dilema etika.

Panduan Pertanyaan untuk membuat Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran (Koneksi Antarmateri):

Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?

Tujuan pendidikan menurut KI hadjar Dewantara yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Tujuan tersebut, oleh guru selaku  pemimpin pembelajaran dapat dicapai melalui penerapan filosofi Patrap Triloka yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha – di depan memberikan contoh, Ing Madya Mangun Karsa –di tengah membangkitkan/membangun kemauan, Tut Wuri Handayani – mengikuti dibelakang menyokong kekuatan.

Dengan menghayati dan menerapkan Pratap Triloka, maka keputusan yang diambil oleh guru merupakan keputusan terbaik dan bijaksana, berpihak kepada murid, dan mampu  menciptakan lingkungan belajar yang positif, nyaman, dan menyenangkan.

 

Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan? 

Sebagai pribadi tentunya kita memiliki nilai-nilai yang tertanam didalam diri kita, yang kita yakini dan menjadi falsafah hidup. Sebagai calon guru penggerak nilai-nilai yang tertanam didalam diri saya sebagai pemimpin pembelajaran diperkuat dengan nilai-nilai seorang guru penggerak. Dalam konteks pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, maka keputusan yang diambil harus berpedoman pada  nilai seorang guru penggerak yaitu mandiri, reflektif,  kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid.

Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.

Dalam proses pembelajaran yang sudah saya ikuti, terkait dengan kegiatan coaching (bimbingan) yang diberikan oleh pendamping dan fasilitator terutama dalam pengujian pengambilan keputusan, saya nilai sangat efaktif dalam membentuk pemahaman serta menuntun saya mengambil keputusan yang tepat dan dapat dipertanggung jawabkan, bagi diri saya sendiri, murid, rekan sejawat, dan warga sekolah. Sebelum mengambil keputusan saya juga dapat menggali informasi terkait situasi permasalahan  yang dihadapi dengan menggunakan teknik coacing. Sebagai coach, guru membantu murid mengenali dan mengembangkan potensi dirinya, guna menemukan solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi secara mendiri.

Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan?

Pengambilan keputusan dipengaruhi oleh aspek sosial emosional yang di miliki seseorang. Agar dapat membuat keputusan tepat, efektif, dan berpihak kepada murid, guru harus memiliki kemampuan mengelola emosi, membangun dan mempertahankan hubungan yang positif, kolaboratif,  dan rasa empati kepada orang lain (murid).

Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.

Pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika membantu mempertegas pemahaman akan nilai-nilai yang saya anut, dan bagaimana mengaplikasikan nilai-nilai tersebut ketika menjalankan aktivitas sebagai pemimpin pembelajaran.  

Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Permasalahan  dapat terjadi pada semua lini aktivitas di sekolah seperti permasalahan terkait layanan kegiatan pembelajaran, kebersihan lingkungan, ketertiban, kedisiplinan, kerjasama dengan (orang tua, instansi terkait, dan dunia usaha dan dunia industri), dan lain-lain. Pengambilan keputusan yang tepat terkait solusi mengatasi masalah yang dihadapi, tentu akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang positip, kondusif, aman, dan nyaman.

Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Kesulitan-kesulitan yang dijumpai disekolah saya terkait pengambilan keputusan yang berhubungan dengan dilema etika adalah adanya perbedaan budaya, nilai-nilai, prinsip hidup, dan kepentingan setiap warga sekolah.

Tetapi kembali ke pemahaman bahwa kasus dilema etika adalahmerupakan sebuah situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan di mana kedua pilihan secara moral benar tetapi saling bertentangan,  maka dibutukan keberanian, kepercayaan diri, dan pembiasaan untuk mengubah paradigma yang ada di lingkungan sekolah   dengan menerapkan konsep pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.

Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?

Pengaruh pengambilan keputusan yang tepat, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan oleh seorang pemimpin pembelajaran akan menciptakan lingkungan belajar yang positif, kondusif, aman, dan menyenangkan. Kondisi lingkungan belajar tersebut, jika ditunjang dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran sosial emosional, dan penerapan praktik coaching, akan membuka ruang bagi murid untuk belajar secara merdeka dan menyenangkan, dan selanjutnya akan bermuara pada peningkatan hasil belajar.

Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Pengambilan keputusan yang tepat, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan oleh seorang pemimpin pembelajaran juga berpengaruh terhadap masa depan murid,  karena dengan keputusan tersebut akan memberikan dampak yang baik bagi murid, bertumbuhnya karakter baik dan nilai-nilai kebajikan yang berlaku secara universal di dalam diri murid, dimana hal tersebut sangat bermanfaat bagi murid saat menjalani aktivitas kehidupan di masa depan.

Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Konsep Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin pembelajaran yang dipelajari dalam modul 3.1, memiliki hubungan yang saling mendukung dengan materi pembelajaran lain dalam modul-modul sebelumnya, untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Tujuan Pendidikan dalam modul 3.1 menurut   Ki Hadjar Dewantara yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Tujuan pendidikan sebagaimana yang dicita-citakan oleh Ki Hadjar Dewantara dapat dicapai dengan mengemas proses pendidikan yang berpihak pada murid. Guru sebagai pemimpin pembelajaran dapat mengemas proses pembelajaran yang berpihak pada murid melalui penerapan  nilai-nilai dan peran guru penggerak,visi guru penggerak, penerapan budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran sosial emosional, dan coaching.

Ketika dalam kemasan proses pembelajaran murid menemui kendala atau permasalahan, maka guru dapat mengambil keputusan yang tepat dan efektif dengan terlebih dahulu melakukan analisa kasus serta mengidentifikasi  dilema yang sesuai berdasarkan 4 paradigma dalam pengambilan keputusan. Setelah mengidentifikasi paradigma dilema etika yang sesuai pada suatu kasus, selanjutnya guru dapat menetapkan landasan pemikiran dalam mengambil keputusan, berdasarkan pada 3 prinsip pengambilan keputusan, setelah itu, guru dapat menggunakan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan sebagai panduan untuk memutuskan kasus membingungkan apakah termasuk situasi dilema etika atau bujukan moral. 

*Penulis adalah Guru SMKN 1 Raren Batuah, Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar